Cegah Sejak Dini, Mengenal dan Mengatasi Obesitas Pada Anak
SERANG – Obesitas pada anak tengah menjadi sorotan yang cukup serius oleh para ahli kesehatan. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh pada keadaan fisik anak tetapi juga berdampak panjang pada perkembangan mental dan sosial anak. Berdasarkan laporan WHO (World Health Organization), prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan pada anak-anak di Asia Tenggara (Salah satunya Indonesia) terus meningkat selama beberapa dekade terakhir.
Baca Juga :
- layanan PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) Sabtu, 17 Januari 2026.
- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dalam Rangka Percepatan Layanan Pertanahan yang Pasti, Transparan, dan Tepat Waktu”
- Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Dalam sub kawasan Asia Tenggara sekitar 7,5% pada anak dibawah 5 tahun mengalami kelebihan pada berat badan, dan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 5,7%.
Apa yang Membuat Anak Mengalami Obesitas?
Obesitas pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, dimulai dari pola makan yang tidak sehat (sering mengkonsumsi makanan cepat saji, camilan tinggi gula dan konsumsi minuman manis), kurangnya aktivitas fisik (penggunaan gadget yang berlebihan hingga membuat anak kurang bergerak), hingga faktor genetik.
Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga mempengaruhi, seperti kebiasaan makan yang diterapkan dirumah. “Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa kebiasaan makan yang diterapkan di rumah sangat berpengaruh pada berat badan anak. Pola makan yang sehat dan seimbang adalah kunci.”, ungkap dr. Viany Rehansyah, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Bethsaida Hospital Serang
Gejala Obesitas Pada Anak
Peningkatan Berat Badan Berlebihan: Berat badan anak melebihi batas normal sesuai usianya, yaitu di atas persentil ke-95 dalam kurva BMI oleh CDC.
Penumpukan Lemak di Beberapa Area Tubuh: Terutama di sekitar perut, pinggang, leher, atau wajah.
Sesak Napas atau Gangguan Pernapasan: Anak sering mengalami sesak napas, bahkan saat melakukan aktivitas fisik ringan.
Cepat Lelah: Anak mudah lelah atau kehabisan energi saat beraktivitas fisik.
Gangguan Tidur (Sleep Apnea): Obesitas dapat menyebabkan gangguan tidur seperti sleep apnea, yaitu henti napas saat tidur.
Nyeri pada Sendi atau Tulang: Anak mungkin mengeluhkan sakit pada lutut, pinggul, atau punggung karena beban tubuh yang berlebihan. Anak juga dapat mengalami postur jalan yang abnormal dan gerakan yang terbatas.
Masalah Kulit: Misalnya ruam atau area kulit yang menghitam dan menebal di lipatan-lipatan kulit, yang dikenal sebagai acanthosis nigricans.
Gangguan Hormonal: Anak perempuan mungkin mengalami menstruasi lebih awal, sedangkan anak laki-laki mungkin mengalami perubahan hormon yang mempengaruhi perkembangan.
Gangguan Emosional dan Sosial: Anak dengan obesitas dapat mengalami rendah diri, kecemasan, atau depresi karena tekanan sosial atau ejekan dari teman-temannya.