Tim SAR Evakuasi Tiga WNA Inggris dari Perairan Suralaya
CILEGON – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengevakuasi tiga warga negara asing (WNA) asal Inggris. Ketiganya menumpangi kapal Yacth Water Music/2BVU5 berbendera Inggris.
Baca Juga :
- layanan PELATARAN (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) Sabtu, 17 Januari 2026.
- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi dalam Rangka Percepatan Layanan Pertanahan yang Pasti, Transparan, dan Tepat Waktu”
- Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ketiga warga Ingris itu bernama Steven Foot (67) yang merupakan nahkoda kapal, Ian Harrison (29) dan Richard Hill (65) kru kapal.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima informasi dari JRCC Australia melalui Basarnas Command Center (BCC) pada Jumat (13/9/2024) pukul 09.28 WIB. Sehari sebelumnya Kapal Yacth Water Music/2BVU5 mengalami masalah di sebelah Barat Pulau Cocos, Australia.
Mendapat informasi itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, berkoordinasi dengan kru SAMC Transporter dan VTS Merak pada Selasa (17/9/2024) untuk mengetahui posisi kapal korban.
Tim kemudian berangkat menuju dermaga Bandar Bakau Jaya, Bojonegara Selasa malam dan tiba di Bandar Bakau Jaya tempat sandar KN SAR Tetuka pukul 21.00 WIB.
Tim kemudian bergerak menuju lokasi kapal korban untuk mengevakuasi korban. Tiga korban tersebut dievakuasi menggunakan Kapal SAMC Transporter yang akan berlayar ke Qingdao, China melewati Selat Sunda, Indonesia.
Selanjutnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menurunkan Tim Rescue dan menggerakkan KN SAR Tetuka untuk melakukan penjemputan terhadap tiga korban.
“Ketiga korban meminta sandar di Indonesia dan akan bertolak ke Kedubes Inggris di Jakarta. Ketiganya berhasil dievakuasi pada Rabu (18/9/2024) dini hari,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad, Rabu (18/9/2024).
Dengan selesainya proses evakuasi korban tim menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak Imigrasi Kota Cilegon.